Ku Mulai Hijrahku...

Sore itu ada seorang pemuda duduk di bangku taman, termenung di bawah rintik hujan ia merasakan hatinya sakit, hatinya hampa, hatinya gundah seperti dia merasakan sesuatu yang mengganjal di hatinya, entah mengapa dia tidak dapat berfikir jernih tentang apa yang dia rasakan saat itu, dan sang pemuda tersebut mulai bertanya pada dirinya " apa yang terjadi pada diriku? " dan sang pemuda pun termenung kembali.

Sang pemuda tersebut bangkit dari duduknya dan menatap kearah langit dan berkata dalam hati " Wahai Allah tuhan ku, apa yang terjadi pada diriku? mengapa hatiku terasa begitu sakit? apa yang salah terhadap ku ? ". Pemuda tersebut pergi meninggalkan taman dan melangkah pergi menuju rumahnya. Rumahnya berada di tepi kota metropolitan yang jauh dari hiruk piuknya kota.

Sesampainya di rumah sang pemuda kembali duduk termenung di bangku ruang tamunya, seraya berkata dalam hati " Mengapa hati ini begitu sakit ? " sesaat pemuda tersebut melihat jam dinding menunjukan tepat pukul 16.30 wib, terbesit dalam hatinya seperti ada sesuatu yang mengatakan padanya " sudah kah kamu menunaikan hak tuhan mu ? " kemudian pemuda tersebut tak kuasa menahan sesuatu yang menyeruak keluar dari matanya dan keluar lah air mata yang sudah tidak kuat iya tahan. Pemuda tersebut berlari ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu sambil menangis lalu pemuda tersebut lekas berlari ke kamarnya untuk melakukan sholat ashar. Beberapa menit kemudian pemuda tersebut sudah menunaikan sholatnya, kemudian pemuda tersebut berdo'a kepada Allah " Ya allah, maafkan hamba mu ini yang hanya menuntut apa yang aku ingin kan, tetapi tidak pernah menunaikan hak mu " sambil menangis pemuda tersebut termenung dalam do'anya hingga iya terlelap dalam tangisnya.

 

Saat terbangun pemuda tersebut melihat ke arah jam dinding yang menunjukan pukul 17.30 ia berkata  " Sudah satu jam aku tertidur, aku harus bergegas mandi dan lekas siap-siap untuk menunaikan sholat magrib ". Beberapa saat kemudian azan pun berkumandang kemudian pemuda tersebut langsung pergi menuju ke masjid dekat rumahnya, setiap langkahnya iya terus termenung dan berfikir, entah apa yang iya fikirkan saat itu.

Sesampainya di masjid ia langsung duduk di shaf paling depan dan pemuda tersebut masih termenung dalam duduknya. Setelah beberapa saat seorang bapak-bapak iqomah menandakan sholat magrib akan segera dimulai. Dalam sholatnya pemuda tersebut merasakan hatinya terasa damai, merasakan hatinya belum pernah merasakan senyaman ini, dia merasakan tentram yang sangat amat hingga ia meneteskan air mata dalam sholatnya. Setelah selesai sholat pemuda tersebut berdo'a dalam hati " Ya Allah ya tuhan ku, maaf kan aku yang selalu jauh dari mu, yang selalu berpaling dari seruan-seruan indah mu, maafkan aku ya allah, ampuni lah dosa-dosa ku " seraya menitihkan air mata.

Setelah selesai berdo'a pemuda tersebut melangkah pulang. Sesampainya di rumah, pemuda tersebut menuju cermin kamarnya seraya melihat wajahnya yang kusam karena jarang terkena basuhan air wudhu. Pemuda tersebut menangis kembali, ia merasakan hatinya bersalah, hatinya gundah gulanah, hatinya sakit karena ia menyadari ia sudah teramat jauh dari Allah. Pada saat itu pemuda tersebut melihat wajahnya, menegarkan jiwanya kemudian pemuda tersebut memutuskan untuk memulai hijrahnya. -FK

 

 

Aku tidak sebaik yang kau ucapkan, tapi aku juga tidak seburuk apa yang terlintas di hatimu.

~ Ali Bin Abi Thalib