25 Ribu Palestina Ditahan Tanpa Tuduhan dan Proses Hukum Sejak Intifadhah al Aqsha

Ramallah – Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Unit Kajian dan Dokumentasi di Badan Urusan Tawanan dan Eks Tawanan di Otoritas Palestina, menyebutkan bahwa otoritas penjajah Zionis telah menjadikan penahanan administratif (tanpa tuduhan dan proses hukum) sebagai sarana hukuman kolektif. Sejak tahun 1967 telah dikeluarkan 50 ribu keputusan, antara keputusan baru atau perpanjangan penahanan administratif, 25 ribu di antaranya keputusan dikeluarkan sejak intifadhah al Aqsha yang meletus tahun 2000.

Badan Urusan Tawanan dan Eks Tawanan dalam pernyataan yang dirilis hari Senin (21/9), menilai bahwa meluasnya tingkat penangkapan dan bertambahnya jumlah keputusan penahanan administratif yang dikeluarkan, telah menyebabkan peningkatan secara signifikan pada jumlah total tahanan administratif tahun ini, yang jumlahnya mencapai sekitar 480 tahanan tanpa tuduhan dan proses hukum, setelah menurun pada akhir tahun 2013 yang mencapai 150 tahanan.

Badan Urusan Tawanan dan Eks Tawanan menegaskan bahwa angka-angka tersebut mengindikasikan bahwa otoritas penjajah Zionis menjadikan penahanan administratif sebagai siasat permanen dalam memperlakukan orang-orang Palestina dan dijadikan sebagai pilihan mudah dan alternatif nyaman untuk langkah-langkah kriminal biasa, bahkan menjadikannya sebagai hukuman kolektif terhadap puluhan ribu warga Palestina, secara bertentangan dengan kaedah-kaedah hukum internasional. (asw/infopalestina.com)